Yamaha Pikirkan Jual Motor dengan Tanda Tangan Valentino Rossi

Yamaha Pikirkan Jual Motor dengan Tanda Tangan Valentino Rossi
Yamaha Pikirkan  Jual Motor dengan Tanda Tangan Valentino Rossi
Sepang -Dalam peluncuran Yamaha NVX dan Aerox 155 di Sepang, Malaysia, pebalap MotoGP dari Valentino Rossi membubuhkan tandatangannya di bodi skutik sport. Apakah nantinya Yamaha bakal menjual motor tersebut kepada konsumen?

Saat ditanya hal tersebut kepada Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto, ia mengatakan bahwa motor yang ditandatangani oleh Rossi dalam peluncuran tidak dijual. Sebab, motor tersebut hanyalah prototipe.

"Motor yang ditandatangani Rossi tadi tidak kami jual. Itu hanya prototipe," ujar Morimoto di Sirkuit Sepang Internasional, Malaysia, Minggu (30/10/2016).

Namun Morimoto tak menutup peluang hal tersebut menjadi sebagai suatu bisnis di kemudian hari. Melihat sosok Rossi yang fenomenal serta memiliki banyak penggemar, bukan tak mungkin jika di kemudian hari Yamaha meluncurkan edisi spesial motor bertandatangan khusus tersebut.

Tentunya, sejumlah aspek juga ditinjau dari segi estetika serta keinginan konsumen. "Itu ide yang bagus dan menarik. Tapi saat ini kami belum akan meluncurkan motor dengan versi tersebut. Kami akan pelajari terlebih dahulu," ucap Morimoto.

Yamaha NVX dan Aerox yang diluncurkan di sela-sela perhelatan MotoGP Malaysia 2016 merupakan model yang sama. Hanya berbeda nama dan pasar saja. Yamaha NVX dijual untuk pasar Vietnam serta Malaysia, sementara Aerox dijual untuk Indonesia dan Thailand.

Di Indonesia, skutik berkapasitas 155 cc itu akan memasuki tahap produksi pada awal 2017 mendatang. Terkait harga dan spesifikasi, pihak Yamaha belum membeberkan lebih lanjut.

Soal Rossi vs Marquez di Sepang 2015, Jarvis: Itu Salah Rossi

Soal Rossi vs Marquez di Sepang 2015, Jarvis: Itu Salah Rossi
Soal Rossi vs Marquez di Sepang 2015, Jarvis: Itu Salah Rossi
Sepang - Setahun berlalu sejak duel hebat Valentino Rossi dan Marc Marquez. Kembali ke Sirkuit Sepang, manajer tim Yamaha bercerita banyak soal pandangannya atas peristiwa itu.

MotoGP Malaysia 2015 menjadi puncak dari persaingan sengit Marquez dengan Rossi. Sebelum 'meledak' di atas lintasan, percikan api sudah lebih dulu muncul saat Rossi menyebut ada konspirasi dari Marquez untuk mendukung Jorge Lorenzo menjadi juara.

Sebagaimana sejarah kemudian tercatat, Rossi dan Marquez terlibat persaingan sengit di trek Sirkuit Sepang. Persaingan yang berakhir dengan Marquez terjatuh setelah bersenggolan dengan The Doctor

Rossi dinyatakan bersalah atas kejadian itu, dia dapat hukuman yang berujung keharusan memulai balapan dari posisi paling belakang pada balapan pamungkas, yang sekaligus penentu perebutan gelar juara dunia, di Valencia. Meski tampil luar biasa, Rossi pada akhirnya harus mengaku kalah dari Lorenzo.

"2015 menjadi semakin rumit saat Valentino bilang bahwa balapan di Australia sudah dimanipulasi, dan setelah konferensi pers di Malaysia semuanya berubah," ucap Manajer Tim Yamaha, Lin Jarvis dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, dikutip dari situs resmi MotoGP.


"Saya ingin Rossi tidak banyak bicara atau tidak berbicara sama sekali soal itu. Para pebalap seharusnya lebih berdiam. Menurut saya, mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda pikirkan tak selalu jadi ide yang bagus. Itu juga berlaku pada Valentino dan Jorge. Jika Rossi tidak terlalu keras (menuding) Marquez pada konferensi pers di Sepang, saya yakin reaksi Marquez tidak akan sebesar itu. Itu kesalahan Valentino," paparnya.

Jarvis menilai Rossi bisa merebut titel juara dunia di musim 2015 andai dia bisa lebih tenang menghadapi situasi itu. Rossi disebutnya sangat menguasai teknik 'perang urat syaraf' dengan pebalap lain, sayangnya itu tidak dia lakukan dalam rangkaian peristiwa tersebut.

"Valentino bisa saja menjadi juara jika dia tetap diam, tapi sebaliknya, situasi itu meledak. Mereka para pebalap - tidak sabar dan emosional - dan Anda tidak bisa mengontrol mereka, hanya memberi saran. Valentino bisa menghadapi masalah itu dengan cara yang berbeda dan mungkin Sepang dan kejuaraan dunia akan berakhir dengan hasil berbeda. Jorge memainkan perannya, merasa diserang oleh Valentino."

"Valentino selalu menjadi jagonya dalam perang psikologi. Tapi saat Anda mendapati diri Anda berada dalam situasi berhadapan dengan seseorang yang sangat mirip - mungkin itu tidak bekerja dengan baik, atau mungkin itu menghasilkan reaksi berbeda dari yang Anda harapkan. Saya masih berpikir kalau Rossi menangani situasi itu dengan cara berbeda, hasil akhir kejuaraan dunia akan berbeda," tuntasnya. 

Update Terbaru Klasemen MotoGP 2015: Singgasana Rossi Terusik

Update Terbaru Klasemen MotoGP 2015: Singgasana Rossi Terusik
Marc Marquez (Kiri), Jorge Lorenzo (Tengah), dan Valentino Rossi (Kanan). (Foto: AP/Petr David Josek)
Marc Marquez (Kiri), Jorge Lorenzo (Tengah), dan Valentino Rossi (Kanan). (Foto: AP/Petr David Josek)

Jorge Lorenzo sukses menjadi juara di gelaran MotoGP Rep Ceko tadi malam. Pencapaian itu membuat pembalap asal Spanyol menyamai raihan poin rekan satu tim Valentino Rossi yakni 211 poin.


Lorenzo langsung menggeber tunggangannya sejak awal lap. Mengekor di belakang  ada Marc Marquez dan Valentino Rossi. Sepanjang balapan, Lorenzo tidak memberikan celah bagi Marquez dan Rossi untuk menyalip. Bahkan, Lorenzo melesat cepat tanpa bisa terkejar sampai balapan selesai.


Berada di posisi kedua ada Marquez dan pembalap gaek Rossi bercokol di posisi tiga. Dengan kemenangan ini, Lorenzo berhak mendapat tambahan 25 poin. Itu berarti, poin Lorenzo menyamai poin Rossi.


Melihat situasi itu, diprediksi persaingan rekan satu tim itu bakal berlangsung sengit.  Apalagi, MotoGP 2015 masih menyisakan tujuh seri lagi.

Berikut update klasemen MotoGP 2015 usai MotoGP Rep Ceko: *poin
1. Jorge Lorenzo         211
2. Valentino Rossi      211
3. Marc Márquez        159
4. Andrea Iannone      142
5. Bradley Smith         106
6. Andrea Dovizioso     104
7. Dani Pedrosa           91
8. Pol Espargaro          81
9. Cal Crutchlow           74
10. Danilo Petrucci      63
11. Maverick Vinales   62
12. Aleix Espargaro     53
13. Yonny Hernandez 41
14. Scott Redding       37
15. Hector Barbera     20
16. Alvaro Bautista     16
17. Loris Baz                15
18 . Jack Miller            12
19. Stefan Bradl           11
20. Michele Pirro         8
21. Nicky Hayden        8
22. Eugene Laverty      7
23. Hiroshi Aoyama     5
24. Mike Di Meglio      2
25. Alex de Angelis      1
26. Karel Abraham       0
27. Marco Melandri     0
28. Claudio Corti         0
29. Michael Laverty     0
30. Toni Elias               0 
ACF

sumber : http://olahraga.metrotvnews.com/

Rossi & Marquez: Kami Tetap Teman

Rossi & Marquez: Kami Tetap Teman
Marc Marquez dan Valentino Rossi naik ke podium usai balapan (Foto: AP/Vincent Jannink)
Assen: Meski terlibat insiden senggolan pada balapan MotoGP Belanda, Sabtu 27 Juni, tak membuat hubungan Marc Marquez dan Valentino Rossi retak. Kedua pembalap tersebut tidak menyimpan dendam apapun usai terlibat insiden itu.

Rossi dan Marquez terlibat duel sengit sejak awal balapan. Keduanya terus menampilkan persaingan sengit dalam perebutan posisi pertama. Khususnya pada sepuluh lap terakhir.

Panasnya persaingan tersebut semakin terasa ketika memasuki tiga lap terakhir, di mana terjadi sebuah senggolan antara Marquez dan Rossi. Kala itu, Marquez yang berada di posisi kedua ingin menyalip Rossi di tikungan dari sisi dalam.

Insiden senggolan itu membuat Rossi sempat terpental ke luar lintasan. Namun, beruntung pembalap asal Italia itu tidak terjatuh dan terus melanjutkan balapan hingga akhirnya ia pun tetap sukses finis di urutan pertama dan mengalahkan Marquez.

Marquez tampak kesal dengan insiden senggolan itu. Ekspresi kekesalan ditunjukkan pada saat ia menghadiri konferensi pers. 

Ketika ditanya apakah insiden tersebut dapat mempengaruhi hubungan pertemanan dengan Rossi, Marquez menjawab: Saya harap tidak ada. Hubungan kami tetap baik-baik saja di luar balapan. Tapi, di dalam balapan, ia akan terus menjadi saingan dan saya ingin selalu meraih kemenangan."

Hal senada diungkapkan Rossi ketika dilontarkan pernyataan serupa. "Tidak, saya pikir tidak ada," ujar Rossi.

Insiden tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Rossi dan Marquez pernah terlibat insiden serupa ketika balapan di MotoGP Argentina, di mana Rossi juga sukses meraih kemenangan pada balapan tersebut. (Crash) 

Lorenzo Kobarkan Tekad Raih Kemenangan Perdana di Sachsenring

Lorenzo Kobarkan Tekad Raih Kemenangan Perdana di Sachsenring
Jorge Lorenzo. (Foto: AFP/Vincent Jannink)
Gerno di Lesmo: Setelah gagal bersaing dengan Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Belanda, Jorge Lorenzo bertekad bangkit pada seri berikutnya di MotoGP Jerman. Sayangnya, rekor buruk menghantui pembalap Movistar Yamaha itu.

Lorenzo harus puas finis di urutan tiga pada balapan di Sirkuit Assen, Belanda, akhir pekan lalu. Meski naik podium, Lorenzo kurang puas karena faktanya ia tertinggal sekitar 14 detik di belakang Rossi yang memenangi balapan.

Hasrat untuk kembali bangkit seperti saat ia memenangi empat seri beruntun sebelum Assen, kembali ia kobarkan. Namun, Lorenzo wajib menampilkan performa lebih dari sempurna untuk menang di Sirkuit Sachsenring. Pasalnya, ia tidak pernah menang di sirkuit sepanjang 3,7 km itu dalam 12 tahun kariernya di kelas 125cc, 250cc, serta MotoGP.

Prestasi terbaik Lorenzo di Sachsenring hanya finis sebagai runner-up pada MotoGP 2009, 2010, 2011, dan 2012.

"Setiap saya tampil di sana (Sachsenring), saya selalu berambisi meraih kemenangan perdana. Tapi itu sangat sulit. Selalu ada pembalap yang lebih cepat di sirkuit, Dani Pedrosa contohnya. Selain itu juga Marc Marquez," tutur Lorenzo.

"Saya beberapa kali finis kedua di sana, dan hampir menang di beberapa kesempatan. Siapa tahu, mungkin tahun ini kami bisa mendapatkan kemenangan pertama," lanjutnya.

Lorenzo mengakui, karakter Sirkuit Sachsenring juga menjadi salah satu faktor yang membuatnya belum sekalipun mencicipi kemenangan di sirkuit yang pertama kali menggelar MotoGP pada 26 Mei 1927 tersebut.

"Karakter sirkuitnya lebih cocok dengan Honda, sebab ini adalah sirkuit dengan karakter stop and go, dengan tikungan yang lambat. Ini mungkin sirkuit di mana motor kami tidak terlalu bisa maksimal karena kami tidak bisa mengambil keuntungan dari tikungan," tandasnya.

Lorenzo saat ini berada di posisi dua klasemen sementara pembalap dengan koleksi 126 poin. Ia terpaut 10 angka dari rekan setimnya Valentino Rossi yang memimpin klasemen di sisa sembilan seri musim ini. (Crash.net) 
ACF

Stefan Bradl Absen di MotoGP Jerman

Stefan Bradl Absen di MotoGP Jerman
Stefan Bradl di garasi tim Forward Yamaha (Foto: AFP / MOHD RASFAN)
Fans MotoGP di Jerman dipastikan tidak akan melihat pembalap kebanggaannya Stefan Bradl pada seri MotoGP Jerman, akhir pekan ini. Pembalap Forward Yamaha itu harus absen lantaran belum pulih dari cedera.

Bradl harus melewatkan balapan di kampung halamannya lantaran cedera retak tulang pergelangan tangan yang dialaminya pada sesi MotoGP Belanda, belum sepenuhnya pulih.

"Sangat mengecewakan harus absen balapan di kampung sendiri, tapi dokter menyarankan saya untuk tidak terlalu terburu-buru kembali balapan agar cedera ini tidak menggerogoti saya sepanjang sisa musim," ujar Bradl.

"Tangan saya masih sakit dan saya ingin memaksimalkan jeda empat pekan sebelum balapan di Indianapolis. Saya akan berada di Sirkuit Sachsenring bersama tim untuk menyapa media, sponsor dan juga semua fans yang selalu men-support saya setelah saya menjalani operasi," imbuhnya.

Untuk menggantikan Bradl di Sachsenring, kubu Forward Yamaha menunjuk pembalap Italia Claudio Corti. Bagi Corti, ini adalah kali ketiga ia merasakan ketatnya persaingan MotoGP.

Sebelumnya, ia sempat tampil satu seri yakni pada GP Valencia 2012 bersama tim Inmotech, dan tampil satu musim penuh bersama tim FTR Kawasaki pada MotoGP 2013. (Crash.net)